Month: January 2008

Love

It has been a long time since I last wrote a poem. I am only able to write if the feeling is so intense, whatever feeling it is (anger, love, tense) – and now that I am much calmer and always put an effort to be moderate, I have lost this ability to write. What is there to be expressed then?

But I still indulge in words written by others, particularly this one. When Valentine is in the air, it is hard to ignore. I don’t celebrate Valentine of course, but what is wrong in appreciating this beautiful feeling, right?

Because She Would Ask Me Why I Loved Her

by Christopher Brennan (1870-1932)

If questioning would make us wise
No eyes would ever gaze in eyes;
If all our tale were told in speech
No mouths would wander each to each.

Were spirits free from mortal mesh
And love not bound in hearts of flesh
No aching breasts would yearn to meet
And find their ecstasy complete.

For who is there that lives and knows
The secret powers by which he grows?
Were knowledge all, what were our need
To thrill and faint and sweetly bleed?

Then seek not, sweet, the “If” and “Why”
I love you now until I die.
For I must love because I live
And life in me is what you give.

Advertisements

Adam is now 5 months old!

All praise to Allah. Couldn’t help but feeling so happy and excited and thankful to see my healthy and cute nephew, Adam Haiqal.

See these pictures for yourself.

Can’t wait to go home. Well, that is five months away, God wills.

This pic does him justice – he is super adorable!

Yeah, alive and kickin’!

I think this is his normal and usual expression – from the description I heard from my mom.

I want to grow up as quickly as possible!

Journey to the Past : Sinai Part 5




Pemandangan di Wadi Feiran, dari dalam kereta. Kawasan subur di tengah padang pasir.


Kalau tadi kami melalui padang pasir yang terasa terik, sekarang kami dilindungi bukit besar. Bayang-bayangnya meredupkan suasana, dan sepanjang jalan merentas lembah itu kami seolah sedang melalui oasis – pohon-pohon merendang, kediaman kecil yang nampak sangat uzur ada satu-dua di sana sini.

Dan kalau benarlah kata-kata orang terdahulu, di tempat inilah sekumpulan wanita pengikut ajaran Nabi Musa a.s. melarikan diri lantas berkampung. Ya, sekumpulan wanita rahib di sebuah penempatan di tengah padang pasir. Kalau pada peta, namanya lebih ummphhWilderness of Sinai.

Lagi foto di Wadi Feiran

Bulu roma saya, entah kenapa, meremang saat ustaz menyebutkan hikayat itu. Melarikan diri, jauh daripada orang ramai, demi menyelamatkan iman. Mereka adalah perempuan, yang kemudiannya tentulah terpaksa start living from scratch pada bumi yang kering-kontang. Teringat Siti Hajar r.a. dan anak kecilnya Ismail a.s.. Kekuatan yang bagaimana lagi perlu dicontohi kalau bukan kekuatan luar biasa sebegini bukan? Kekuatan untuk mempertahankan iman – regarded as the most valuable thing of course, worth of risking their life to save it.

Ustaz singgah sebentar kemudiannya, di sebuah masjid di pinggir jalan menyegarkan diri. Situasinya seolah dejavu – seakan-akan perjalanan Seremban-Kuala Pilah yang saya tempuhi sebulan sekali selama empat tahun (kakak di Seremban, kami sekeluarga di Pahang. Setiap bulan melalui jalan yang sama untuk melawatnya) – nampaknya, saya memang sudah ada simptom-simptom homesick!

Ada satu yang dapat saya simpulkan berdasrkan jaulah-jaulah sebelum ini di sekitar Mesir. Kalau di UK, perkara paling sukar adalah untuk mencari tempat solat, tetapi yang mudahnya adalah untuk berwuduk kerana air mudha didapati. Tapi di sini, di Mesir, masjid ada di mana-mana, cuma untuk berwuduk lebih besar tribulasinya. Teringat sekali ketika di Fayyoum – untuk solat Jumaat dan menggunakan tandas kami harus mengangkut sendiri air dari Tasik Qarun!

Kami menyambung perjalanan, dan sepanjang itu saya sudah tidak boleh tidur. Teringat kata-kata sahabat di Kaherah tentang perjalanan ke Sinai – ‘trip yang bosan, kiri-kanan hanyalah padang pasir’. Tetapi saya berasa sebaliknya – teruja! Ini bukan pemandangan biasa, yang boleh saya saksikan sehari-hari. Kalau di Manchester, yang dapat saya nikmati hanyalah keindahan artificial ciptaan manusia, kota konkrit. Meredah padang pasir menyebabkan saya berfikir banyak (dan inilah sebabnya kenapa saya sukakan perjalanan jauh- 7-hour journey is nothing!) – peluang untuk saya menghayati sirah nabi-nabi terutama sekali (ketika menulis ayat ini saya sedang terbayang ketenangan ketika itu – dan rasa mahu terbang ke Mesir sekarang juga!).

Merentasi Wadi Feiran akan membawa kami ke kaki Mt Sinai, dan melewati lembah ini ada sahaja perkara yang menarik untuk dilihat, ditafsir dan dihayati.

Tidak terfikir akan terlihat, di pinggir-pinggir jalan, lelaki berjubah berkaki ayam berjalan santai, tetapi itulah yang berlaku. Ya, berjalan santai di tengah padang pasir petang-petang begitu. Seloroh ustaz, tapak kaki mereka agaknya memang sudah lali dengan kepanasan yang melampau.

Tidak terfikir akan terlihat, di tengah-tengah pada pasir itu, kelibat wanita berjubah hitam, berjalan bersendirian.

Tidak terfikir juga, di jalan raya yang kosong itu akan ada tiba-tiba lori kecil yang buruk yang melewati – dengan segala macam barang diangkut di belakangnya. Kata ustaz, itu rombongan Arab Badwi sedang berpindah.

Saya tidak berani merakan foto lelaki Badwi yang berjalan-jalan itu, gambar unta sahajalah yang saya mampu. Lihat betul-betul foto ini, ada dua buah kediaman di hujung sana.

Menarik juga sebenarnya, untuk melihat kehidupan arab Badwi. Kalau dalam hadis-hadis Rasulullah s.a.w kita diberi gambaran yang pelbagai mengenai mereka – kisah lelaki yang buang air di dalam masjid, bercakap kasar dan sebagainya. Adakah sudah banyak berubah?

Kata ustaz, mereka masih berpindah-randah. Buktinya, memang ada lori-lori yang mengangkut barang, rumah kosong yang diitinggalkan merata-rata (sekali lihat macam projek pembinaan yang tergendala), dan kalau mahu tahu di mana mereka tinggal, just trace where the electric cable goes (rumah mereka ada bekalan elektrik, mind you!). Dan Travel Guide yang menemani saya menerangkan, cara hidup mereka yang eksotik itu kini ada nilai komersial! Jadi, kalau-kalau anda ke sana dan teringin benar untuk merasai gaya hidup Arab Badwi, cepat-cepat tempah pakej home-stay anda daripada syarikat-syarikat pelancongan yang ada.

‘Sebelum kita daki Gunung Sinai malam ni, jom kita test dulu! ‘, Ustaz Luthfi tiba-tiba mencelah.

Saya ketawa.

Ujian apa?

Untuk bahagian-bahagian sebelum ini klik link di bawah:

Journey to the Past: Sinai Part 4
Journey to the Past: Sinai Part 3
Journey to the Past: Sinai Part 2
Journey to the Past: Sinai Part 1

Mohon dengan sangat…

Sengaja ulang tonton adegan ini, saat-saat jemu menatap soalan Past Years Mathematics 3. Langsung terasa mahu berkongsi di sini.

Kepada siapa lagi harus disandarkan semua harapan kalau bukan kepada Allah s.w.t?

Allah,aku tidak meragukan kekuasaan-Mu. Ombak di lautan-Mu yang tenang ini bisa seketika Kau buat jadi gelombang yang besar dan menenggelamkan segala apapun yang mengapung di atasnya. Aku tidak meragukan-Mu!

Bahkan bila Kau berkehendak, Kau juga bisa membuat matahari terbit dari barat dan tenggelam di timur. Tidak ada yang sulit buat-Mu Allah. Jadi apa susahnya Engkau mencairkan kekerasan hati-hati….. please Allah, please..

Aku memang baru belajar agama. Tapi aku juga hamba-Mu kan? Hamba-Mu yang juga berhak memohon pertolongan-Mu. Jadi please Allah…Aku mohon dengan sangat

Mohon dengan sangat…

Mohon dengan sangat…

Mohon dengan sangat..

 

 

p.s Barangkali inilah implikasi kalimah ‘Cukup bagiku Allah..’

For the Love of Reading

I know I should not be writing anything right now with only 1/5 of my exam is finished, but I am just bored doing Mathematics 3.

So I wandered in the web (as wide as the world it is, thus called the World Wide Web) and found this marvelous widget – Library Thing. Yeay! The largest book club ever, it boasts. I guess so and glad that I found it.

I signed up immediately, since no email required, hence taking less than a few seconds, and tried keying in a few book titles I have, those I can remember – and gotcha! There are 353 members of the group for the book I am currently reading (and trying to finish as soon as possible) – No god but God by Reza Aslan. And well, unsurprisingly 10045 fellow group members for The Time Traveler’s Wife‘ – the only love story I found incredibly touching. Recall that I am no romantic, so this recommendation is unusual.

I’ve been thinking on cataloging my collection of books, now I’ve found an easy way (put the keyword, choose cover and DONE!) to do so. Plus, I can discuss the books we the group members, and of course with you readers! Feel free to do so!

Now I should continue doing maths.

Four more papers to go. Monday, Tuesday, Thursday and Friday. Sounds like a nightmare (and it is a nightmare indeed). Next Saturday seems like a decade away.

Wake me up when January ends, will you?

Prince of Egypt

Sure you do know this film. It was banned from being screened in Malaysia because of its portrayal of Moses. And yeah, anything of this sort in that country of mine is prohibited. Need some more examples? You cannot call your god ‘Allah’ if you are not a Muslim. The film ‘The Passion of the Christ’ was banned from cinema (but not the DVD), while some other crazier films are released freely.

*Sigh*

Whatever your stance is regarding this issue, I think this one is worth watching. If you are a Muslim, some parts of it might not be parallel to the story of Moses (upon him peace)told in the Holy Quran. It is your responsibility to check and compare. After all, most Malaysians Muslims finish i.e. khatam reading the whole Quran twice, right? Sure they do know every single story in it.

Part 1

Part 2

Part 3

Part 4

Part 5

Part 6

Part 7

Part 8

Part 9

Part 10

p.s. I watched a few episodes of Saladin produced by Malaysians. And I was sick to death to hear Saladin nicknamed as ‘Sal’. What the heck.